Postingan

Di Antara Baris Kode dan Sapuan Kuas by Nujula Rahma

Gambar
       Layar laptop memandangku galau siang tadi, ikon sinyal yang kosong terasa seperti mengejek semua rencana yang sudah aku susun. Tidak ada koneksi jaringan, sama sekali. Sebuah penghalang besar di tengah deadline yang menanti. Panik sebentar, lalu aku ingat solusi praktis di era ini: isi ulang kuota. Setelah perjuangan singkat dengan aplikasi pembayaran, akhirnya sinyal 4G muncul kembali, sebuah berkah yang sangat kusyukuri.      Langsung kumanfaatkan momentum itu untuk mengerjakan tugas yang sempat tertunda. Fokusku beralih sepenuhnya pada pembuatan video edukasi tentang diabetes. Aku mulai dengan riset cepat, menyusun narasi yang mudah dipahami, lalu mencari-cari visual dan animasi yang bisa menarik perhatian penonton. Prosesnya menyenangkan, seperti menyusun sebuah puzzle dari informasi dan kreativitas. Ada kepuasan tersendiri saat akhirnya menyusun semua potongan video, menambahkan musik latar yang pas, dan mengekspornya menjadi sebuah file u...

Gelap di Tengah Tugas by Nujula Rahma

Gambar
Perkenalkan, namaku Nujula Rahma . Aku adalah seorang siswi SMK yang sedang menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sebuah perusahaan teknologi. Di tengah kesibukan yang sering dihadapkan dengan barisan kode, aku menemukan pelarian dalam dua hal sederhana: lukisan dan tulisan. Bagiku, kode adalah logika, lukisan adalah perasaan, dan tulisan adalah jembatan di antara keduanya. Hari itu adalah salah satu hari liburku dari tempat PKL. Seperti biasa, aku memulai hari dengan membersihkan rumah. Aku percaya bahwa lingkungan yang rapi bisa membuat pikiranku lebih jernih, apalagi ada banyak tugas yang harus kuselesaikan. Setelah beres-beres dan meja kerjaku terasa lebih nyaman, aku pun bersiap mengerjakan laporan harian PKL yang harus dikumpulkan pada akhir pekan. Baru saja aku membuka laptop dan membuka folder laporan, tiba-tiba seluruh ruangan menjadi gelap gulita. Listrik padam. Sejenak aku hanya terdiam, mendengar kesunyian yang tiba-tiba menggantikan deru kipas dan suara laptop y...

Catatan Hari Tanpa Koneksi by Nujula Rahma

Gambar
Hari ini dimulai dengan niat yang cukup mulia: membersihkan rumah dari ujung ke ujung. Aku ingin memulai minggu dengan ruangan yang segar, lantai yang mengkilap, dan aroma wangi pewangi ruangan yang menenangkan. Dengan musik favorit dari playlist online, aku bergerak dari satu sudut ke sudut lain, menyortir barang-barang yang tidak lagi terpakai dan mengatur ulang perabotan agar terasa lebih lapang. Rasa puas itu datang ketika aku melihat hasil kerjaku; rumah terasa begitu nyaman dan memesona. Setelah selesai dan mandi, langkah selanjutnya seharusnya adalah bersantai sambil menyelesaikan beberapa tugas online. Aku membuka laptop, siap untuk memulai, tapi yang kutemukan hanyalah ikon Wi-Fi berwarna abu-abu dengan tanda seru di sampingnya. Aneh. Koneksi ini sudah bermasalah sejak tadi malam, tapi kuduga akan pulih sendiri. Aku pun mencoba langkah-langkah standar: me-restart modem, mencabut dan mencolokkan kembali kabel, bahkan mengirim doa-doa kecil agar internetnya kembali normal. Tak a...

Langkah Pelan di Hari yang Tidak Mudah by Nujula Rahma

     Hari itu datang seperti hari pengerjaan lainnya, tetapi tubuh terasa tidak sekuat biasanya. Sejak pagi ada rasa tidak enak badan yang membuat langkah terasa lebih lambat dan kepala sedikit berat. Meski begitu, hari tidak benar-benar berhenti hanya karena sakit datang. Ada tanggung jawab yang tetap menunggu untuk diselesaikan, ada tugas yang tetap harus dicoba dikerjakan walau dengan tenaga yang tidak sepenuhnya pulih.      Nujula mencoba menjalani hari itu dengan perlahan. Sesekali berhenti untuk beristirahat, lalu kembali lagi membuka catatan dan melanjutkan pekerjaan yang ada. Tidak semua berjalan secepat yang diharapkan, tetapi usaha kecil tetap dilakukan. Ada rasa bahwa hari ini mungkin tidak akan menjadi hari yang paling produktif, namun tetap menjadi hari yang berarti karena masih ada langkah yang diambil, walaupun pelan.      Di tengah hari yang berjalan sederhana itu, ada sebuah perkenalan kecil yang terasa penting untuk dituli...

Hari yang Tetap Dijalani by Nujula Rahma

Gambar
     Hari itu dimulai dengan kondisi tubuh yang tidak sepenuhnya baik. Saat seharusnya menjadi hari pengerjaan seperti biasanya, tubuh justru terasa lelah dan sedikit sakit. Kepala terasa berat dan langkah-langkah terasa lebih lambat dari biasanya. Namun hari tidak berhenti hanya karena keadaan tidak mendukung. Ada tugas yang tetap menunggu untuk diselesaikan, ada tanggung jawab yang tetap harus dicoba untuk dijalani, meskipun dengan tenaga yang tidak sekuat hari-hari lain.      Perlahan, Nujula tetap mencoba mengerjakan tugas seperti biasa. Kadang harus berhenti sebentar untuk beristirahat, lalu kembali lagi membuka catatan dan menatap layar dengan fokus yang sesekali buyar. Tidak selalu berjalan lancar, tetapi usaha kecil itu tetap dilakukan. Di tengah proses itu, gangguan lain ikut datang. Jaringan internet tiba-tiba menjadi lambat, membuat pekerjaan yang seharusnya bisa selesai lebih cepat justru terasa tertahan. Seolah hari itu sedang menguji kesabara...

Hari yang Tetap Berjalan Meski Tubuh Tertinggal

Gambar
     Hari pengerjaan itu datang dengan tubuh yang tidak sepenuhnya bersahabat. Sakit menyapa lebih dulu sebelum niat sempat menata langkah. Kepala terasa berat, tenaga seperti disisakan setengah, namun waktu tetap berjalan tanpa peduli. Ada rasa kecewa yang pelan-pelan tumbuh bukan karena tak mau berusaha, melainkan karena tubuh meminta jeda di saat tanggung jawab menunggu diselesaikan.      Hari ini akhirnya kupilih sebagai hari pengganti. Bukan hari yang ideal, bukan pula hari dengan hasil maksimal. Aku mengerjakan tugas dengan kemampuan yang tersisa, menerima bahwa tidak semua hal bisa dikejar dengan sempurna. Di sela-sela rasa lelah, aku belajar berdamai: bahwa melakukan sebisanya tetap lebih baik daripada menyerah sepenuhnya. Ada kejujuran yang kutanamkan pada diri sendiri bahwa keterbatasan bukan kegagalan, melainkan pengingat untuk lebih manusiawi pada diri sendiri.      Di tengah hari yang tidak utuh itu, aku memperkenalkan diriku k...

Pulang, Jatuh Sakit, dan Janji pada Tanggung Jawab

Gambar
     Perjalanan pulang kampung hari itu terasa panjang namun menenangkan, seolah setiap kilometer membawa pulang sebagian lelah yang selama ini tertahan. Sayangnya, tubuh tidak sepenuhnya bersahabat; kepala terasa berat, demam datang bergantian, dan pusing membuat langkah melambat. Aku memilih beristirahat, memberi ruang bagi tubuh untuk pulih, sambil menerima bahwa tidak semua hal harus dipaksa selesai hari ini. Di sela pemulihan, aku tetap berusaha hadir untuk hal-hal sederhana. Aku membantu orang tua berbelanja, menyusuri lorong-lorong kecil dengan langkah pelan, merasakan hangatnya kebersamaan yang sering terlewat ketika hari-hari terlalu sibuk. Sepulangnya, aku membuka catatan dan tugas-tugas yang sempat tertunda. Ternyata masih ada beberapa yang belum tersentuh. Alih-alih menunda lebih jauh, aku menata niat: esok hari meski bertepatan dengan tanggal merah aku akan membereskannya. Bagiku, tanggung jawab tetap harus dipenuhi sebisa mungkin, kapan pun kesempatan itu d...